Ramadhan bulan ini akan terasa berbeda ketika kita hanya berdua dirumah,tidak usah berputus asa karena hari itu bertepatan dengan kelulusanmu. Beberapa dari temanmu pasti berharap minta hadiah kepada orang tua mereka ketika lulus SMP.Tapi kau tegar mendapat hikmah ketika kakakmulah yang memberimu hadiah,menggantikan kasih sayang mereka untukmu,mendidikmu sesuai dengan wasiat mereka,meberikan semangat ketika kau letih dan membangunkanmu dari setiap lalai.Meski kakakmu tak sekuat abi,tak secerdas ummi’ namun kakakmu berusaha memberi yang kakak punya.I’ll give so much  more than I get

Idul fitri kali ini akan terasa berbeda.Kita tak akan sholat Ied bertiga,karena beliau bersama bunda.Kita yang akan buat mereka senang akan doa atau kecewa akan dosa kita.

Kita pasti bisa karena beban ini tak akan melebihi kemampuan bahu kita.Kita mampu meski mereka telah tiada.Kita tegar ketika mereka diambilNya dan kita bangga memiliki mereka.

Adikku,La tahzan Innallaha ma ‘ana wasta’inu wasshobri washolah….

 

Dari judul di atas kita dapat mengetahui bahwa tujuan di adakannya sekolah adalah sebagai tempat orang menuntut dan meraih ilmu setinggi-tingginya, hal itu diketahui oleh warga SMAN 1Magetan khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Banyak orang termasuk siswa dan guru yang tidak mengatahui bagaimana cara meraih ilmu tersebut. Pernyataan itu bukan hanya omong kosong belaka dan itu dapat kita lihat dan buktikan di lingkup sekolah baik tingkat umum maupun tingkat kejuruan. Saat pelajaran dimulai banyak siswa yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Entah ngobrol, mengerjakan tugas mata pelajaran lain, dan ada pula yang keluar kelas dengan alasan tak jelas. Tak hanya siswa saja yang patut kita lihat. Tetapi kita juga harus melihat guru yang bertugas mengarahkan siswa. Tak dapat dipungkiri dan ditutup-tutupi.Bahwa dari sekian banyak guru berprestasi di Indonesia, terdapat sejumlah guru yang berdedikasi sepenuhnya terhadap pendidikan siswanya.Dapat dikatakan seorang guru yang masuk kelas,lalu duduk ,dan setelah itu membiarkan siswanya bertingkah seenaknya.Lalu dapat kita tebak apa yang terjadi jika siswa dalam keadaan ketidak mengaertian karena ulah guru yang tidak berdedikasi secara professional terhadap pekerjaanya sebagai pencerdas bangsa.Setiap siswa pasti mempunyai jalan dan cara sendiri untuk mengatasi masalah tersebut.Ada yang belajar sendiri,ada yang mengikuti tambahan belajar,ada yang malas dan ogah-ogahan.Seiring apapun langkah yang dilakukan siswa,sebagian besar atau bahkan semua siswa pasti menginginkan hasil atau nilai yang memuaskan.Bila kita pikirkan lebih lanjut,maka kita akan sadar bahwa keinginan seperti inilah yang menghambat siswa untuk memperoleh ilmu yang maksimal, mengapa??? Karena sbila seorang siswa tersebut berorientasi kepada hasil yang dicapai.Maka dia tidak akan memikirkan proses menuju hasil tersebut sehingga muncul istilah system kebut semalam(SKS).Yang seringkalai diperagakan oleh anak-anak sekolah di Indonesia dan tak terkecuali siswa SMA 1 Magetan yang kita cintai iniDan tidaklah aneh jika ilmu yang dipelajari secara instant dalam semalam akan hilang dalam ingatan dengan cepat pula setelah tujuan yang diinginkan tercapai(yaitu mendapat nilai yang terbaik).
Hal tersebut akan membawa dampak buruk terhadap kelangsungan pendidikan yang ada di Indonesia.Di tambah maraknya tambahan pelajaran(bukan lembaga resmi),dan lebih parahnya lagi hal itu dilakukan oleh guru-guru yang telah secara resmi telah menjadi pengajar di sekolah tersebut(sering ada kecenderungan penambahan nilai).Ini adalah lucu dan menyedihkan,sehingga mengakibatkan siswa mengesampingkan ilmu dan beralih tujuan yang lebih cepat.Oleh karena itu kita tidak dapat membantah bila ada anggapan orang Indonesia tidak pernah berpikir panjang dan selalu berorientasi kepada tujuan yang ada di depan mata.Meskipun sebenarnya tujuan yang lebih besar dapat tercapai,dan jika seorang siswa telah mendapatkan nilai atau tujuan yang telah dicapainya.Ia beranggapan telah berhasil sehingga melupakan ilmu yang telah ia pelajari sebalumnya.Lalu timbul pertanyaan,mengapa kita harus belajar di sekolah? Ilmu yang bermanfaat ataukah ilmu yang semu!
Itulah yang menjadi PR kita sebagai penerus bangsa,yakni bisakah kita mengubah fenomena ini…????

Sejarah

Institut Pertanian Bogor adalah lembaga pendidikan tinggi pertanian yang secara historis merupakan bentukan dari lembaga-lembaga pendidikan menengah dan tinggi pertanian serta kedokteran hewan yang dimulai telah pada awal abad ke-20 di Bogor.[rujukan?] Sebelum Perang Dunia II, lembaga-lembaga pendidikan menengah tersebut dikenal dengan nama Middelbare Landbouw School, Middelbare Bosbouw School dan Nederlandsch Indiche Veeartsen School.[rujukan?]

IPB saat ini berlokasi di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.[1]

Sejarah perkembangan IPB dimulai dari tahapan embrional (1941-1963), tahap pelahiran dan pertumbuhan (1963-1975), tahap pendewasaan (1975-2000), tahap implementasi otonomi IPB (2000-2005) dan menuju tahap IPB berbasis Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang akan dimulai pada tahun 2006.[rujukan?] Pada tahun 2007 secara embrional IPB direncanakan menjadi universitas riset.[rujukan?]

Lahirnya IPB pada tanggal 1 September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 92/1963 yang kemudian disyahkan oleh Presiden RI Pertama dengan Keputusan No. 279/1965.[1] Pada saat itu, dua fakultas di Bogor yang berada dalam naungan UI berkembang menjadi 5 fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan dan Fakultas Kehutanan.[rujukan?] Pada tahun 1964, lahir Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian yang kini menjadi Fakultas Teknologi Pertanian.[1][2]

Pada tanggal 26 Desember 2000, pemerintah Indonesia mengesahkan status otonomi IPB berdasarkan PP no. 152. Semenjak itu IPB merupakan perguruan tinggi berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN).[1]

Tahun 2004 IPB menerapkan sistem mayor minor sebagai pengganti sistem kurikulum nasional.[rujukan?] Sistem ini hanya diterapkan di IPB.[rujukan?] Setiap mahasiswa IPB dimungkinkan mengambil dua atau bahkan lebih mata keahlian (jurusan) yang diminatinya.[rujukan?]

[sunting] Kampus

  1. Kampus IPB Baranang Siang[3]
  2. Kampus IPB Dramaga[3]
  3. Kampus IPB Gunung Gede[3]

[sunting] Fakultas

Program Studi di IPB dikelola 9 Fakultas, 1 Sekolah Pascasarjana dan Program Diploma.[4]

[sunting] Progam Diploma

Penyelenggaraan Program Diploma di Institut Pertanian Bogor sudah dimulai sejak tahun 1980. Pada waktu itu pengelolaannnya di bawah Fakultas Non Gelar Teknologi yang memiliki 2 Jurusan dan 6 Program Studi. Tahun 1990 penyelenggaraan Program Diploma diintegrasikan dalam pengelolaan Fakultas dan Jurusan, saat itu terdapat 34 Program Studi.

Seiring perkembangan waktu, pada tahun 2004 penyelenggaraan Program Diploma Institut Pertanian Bogor distrukturisasi menjadi 14 Program Keahlian dan pengelolaannya berada di bawah naungan Direktorat Program Diploma Institut Pertanian Bogor.

Penataan ini dimaksudkan agar pengelolaannya lebih terkonsentrasi dengan manajemen yang lebih baik dan profesional. Melalui penataan ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga ahli madya (menengah) yang memiliki keterampilan dan keahlian sesuai bidangnya, sehingga mampu bersaing di dunia kerja maupun tangguh dalam berwiraswasta.

Hingga tahun 2006, Institut Pertanian Bogor telah meluluskan + 15.000 mahasiswa Program Diploma yang tersebar di seluruh nusantara dan terserap di berbagai sektor dunia usaha. Saat ini sebanyak 2.500 mahasiswa sedang menempuh pendidikan di Program Diploma IPB dan tahun ini akan menerima + 1.500 mahasiswa baru, Saya yakin anda salah satunya. Oleh karena itu, kami mengundang anda mengikuti pendidikan di Program Diploma Institut Pertanian Bogor untuk membekali diri menjadi tenaga ahli madya dalam menghadapi persaingan global di masa datang dengan kompetensi diri yang tangguh, terampil, dan berkualitas.[5]

[sunting] Lambang dan atribut

[sunting] Lambang

Lambang IPB

Lambang IPB mencerminkan pertumbuhan IPB sebagai suatu lembaga pendidikan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi serta akan selalu maju, tumbuh terus dan mengamalkan Tridarma Perguruan Tinggi dengan berlandaskan Pancasila.[rujukan?]

Lambang IPB terdiri atas tulisan INSTITUT PERTANIAN BOGOR, pohon berdaun lima helai, dan buku terbuka dibawahnya yang kesemuanya berwarna putih dengan dasar berwarna biru; warna dasar biru melambangkan IPB termasuk kelompok ilmu pengetahuan; gambar buku terbuka melambangkan IPB sebagai sumber ilmu pengetahuan; bentuk bundar melambangkan bahwa ilmu itu tidak ada batasnya, selalu berkembang, bertambah; cabang tiga helai yang muncul dari buku melambangkan Tridarma Perguruan Tinggi; dan kelima ujung helai daun melambangkan lima fakultas pertama pada waktu IPB berdiri dan Tridarma Perguruan Tinggi dilaksanakan berdasarkan Pancasila. [1] [6]

[sunting] Bendera

Bendera IPB berwarna kuning dengan lambang IPB berwarna dasar biru di tengah. Lambang-lambang Fakultas :

[sunting] Lembaga Kemahasiswaan

[sunting] Organisasi kemahasiswaan tingkat IPB

  • Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (MPM-KM) IPB[rujukan?]
  • Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM-KM) IPB[rujukan?]
  • Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) IPB[rujukan?]
  • Himpunan Profesi (Himpro)
  • Unit Kegiatan Mahasiswa

[sunting] Unit kegiatan mahasiswa

Unit Kegiatan Mahasiswa merupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat Universitas yang fungsinya menampung berbagai minat dan bakat dari para mahasiswa IPB. Unit Kegiatan Mahasiswa tersebut antara lain[1]:

  • UKM Seni dan Budaya
    • UKM Paduan Swara “Agria Swara”
    • UKM Lingkung Seni Sunda “Gentra Kaheman”
    • UKM Seni Musik “Music Agriculture X-pression
  • UKM Olah Raga
    • Sepak Bola
    • Futsal
    • Bola Basket
    • Bulu Tangkis
    • Bola Voliz
    • Tenis Meja
    • Tenis Lapangan
    • Catur
    • Panahan
  • UKM Bela Diri
    • Keluarga Silat Nasional Indonesia PERISAI DIRI
    • Tae Kwon Do
    • Sin Lam Ba
    • PPS Betako Merpati Putih
    • PS Perisai Diri
    • PS Setya Buana
    • PS Tapak Suci
    • Tarung Derajat AA-Boxer
    • PS Seroja Putih
    • Thifan Po Khan
    • Tae Kwon Do
    • UKM “Gerak Alam” IPB
    • Aikido IPB
    • Inkai IPB
  • UKM Kerohanian
    • Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (BKIM)
    • Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK)
    • Kesatuan Mahasiswa Katolik Indonesia (KEMAKI)
    • Kesatuan Mahasiswa Budha (KMBA)
    • Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma
  • UKM bidang khusus
    • Resimen Mahasiswa
    • Pramuka
    • Lawalata (Pecinta Alam)
    • Korps Sukarela PMI
  • UKM bidang keilmuan
    • International Assocition of Agriculture and Related Science (IAAS)
    • Forces (Penalaran/Keilmuan)
    • Uni Konservasi Fauna
  • UKM bidang jurnalistik
    • Gema Almamater
    • Koran Kampus

[sunting] Sarana pelayanan

[sunting] Pelayanan penunjang akademik

  1. Perpustakan: Perpustakaan IPB merupakan unit pengelola informasi ilmiah untuk mendukung program pendidikan, pengajaran dan penelitian bagi sivitas akademika IPB.[7] Perpustakaan pusat IPB atau lebih dikenal dengan LSI (Layanan Sumberdaya Informasi)[8] memiliki 45884 judul buku, 1995 disertasi, 9138 Tesis, 45115 skripsi, 1538 laporan penelitian, dan 1661 artikel[9], belum termasuk koleksi di perpustakaan fakultas dan perpustakaan jurusan.
  2. Komunikasi dan sistem informasi
  3. University farm
  4. Unit laboratorium terpadu
  5. Unit bahasa
  6. Asrama mahasiswa tingkat 1
  7. Laboratorium Lapangan : Hutan Pendidikan Gunung Walat
  8. Forum Diskusi tentang Kelembagaan dan Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Hutan: FORCI Dev. Fakultas Kehutanan -Institut Pertanian Bogor

[sunting] Pelayanan kemahasiswaan dan umum

  1. Beasiswa
  2. Pelayanana kesehatan
  3. Asrama mahasiswa
  4. Bus kampus

[sunting] Alumni (alfabetis)

[sunting] Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q Buku Panduan Program Sarjana Institut Pertanian Bogor Edisi 2007
  2. ^ Buku Panduan Program Sarjana Departemen Teknik Pertanian Institut Pertanian Bogor Edisi 2009
  3. ^ a b c IPB (20 April 2010). Lokasi Kampus IPB (html) (in Bahasa Indonesia). Rilis pers. URL diakses pada [[20 Juni 2010]].
  4. ^ a b c IPB. Fakultas dan Departemen (html) (in Bahasa Indonesia). Rilis pers. URL diakses pada [[8 April 2010]].
  5. ^ http://diploma.ipb.ac.id/indonesia/
  6. ^ Lambang dan Bendera IPB
  7. ^ Buku Panduan Program Sarjana Institut Pertanian Bogor Edisi 2008
  8. ^ IPB (20 April 2010). Bogor Agricultural University (html) (in Bahasa Indonesia). Rilis pers. URL diakses pada [[21 April 2010]].
  9. ^ IPB (20 April 2010). Perpustakaan Pusat Institut Pertanian Bogor (cache) (in Bahasa Indonesia). Rilis pers. URL diakses pada [[21 April 2010]].
  10. ^ a b c d KabarIndonesia.com (2009). Pengukuhan Himpunan Alumni IPB (php) (in Bahasa Indonesia). Rilis pers. URL diakses pada [[20 Juni 2010]].
  11. ^ TokohIndonesia.com (2002). Andi Hakim Nasution (shtml) (in Bahasa Indonesia). Rilis pers. URL diakses pada [[20 Juni 2010]].
  12. ^ TokohIndonesia.com (2009). Andung A. Nitimihardja (shtml) (in Bahasa Indonesia). Rilis pers. URL diakses pada [[20 Juni 2010]].
  13. ^ Profil Tokoh Depok (2008). Nur Mahmudi Ismail (html) (in Bahasa Indonesia). Rilis pers. URL diakses pada [[20 Juni 2010]].
  14. ^ Kompas (4 November 2008). IPB = Institut Pak Beye (SBY)… (html) (in Bahasa Indonesia). Rilis pers. URL diakses pada [[8 April 2010]].
  15. ^ Institut Pertanian Bogor (24 Desember 2004). Pembangunan Pertanian dan Pedesaan sebagai Upaya Mengatasi Masalah Kemiskinan dan Pengangguran : Analisis Ekonomi-Politik Kebijakan Fiskal (PDF) (in Bahasa Indonesia). Rilis pers. URL diakses pada [[8 April 2010]].

Selamat Datang di Website Resmi SNMPTN 2011

Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan oleh Pemerintah, pola penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada perguruan tinggi melalui pola seleksi secara nasional dilakukan oleh seluruh perguruan tinggi secara bersama untuk diikuti oleh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Berdasarkan hasil rapat Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Jakarta pada tanggal 4 November 2010, para Rektor Perguruan Tinggi Negeri di bawah koordinasi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional menyelenggarakan seleksi calon mahasiswa baru secara nasional dalam bentuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). SNMPTN 2011 merupakan satu-satunya pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dalam satu sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak. SNMPTN 2011 akan dilaksanakan melalui (1) jalur undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik, dan (2) jalur ujian tertulis dan/atau keterampilan. Sejalan dengan program Pemerintah tentang Bidik Misi, bagi calon yang dinyatakan diterima melalui masing-masing jalur seleksi dapat mengajukan permohonan memperoleh beasiswa Bidik Misi sehingga mendukung keberlanjutan studinya.

Informasi Awal ini menyajikan ketentuan umum SNMPTN 2011 baik jalur ujian tertulis/keterampilan dan jalur undangan, persyaratan, cara pendaftaran, jenis ujian, jadwal, biaya, termasuk kelompok Program Studi baik Kelompok IPA maupun IPS dari 60 Perguruan Tinggi Negeri. Informasi Awal ini diterbitkan untuk dipergunakan dan dicermati secara seksama oleh calon peserta yang akan mengikuti SNMPTN 2011, sehingga calon peserta dapat mempersiapkan diri dalam memilih Program Studi yang dikehendaki dan dapat menjadi panduan awal untuk mengikuti proses seleksi SNMPTN dengan baik.

Secara rinci informasi tentang tata cara pendaftaran dan pelaksanaan SNMPTN dimuat dalam Buku Panduan Peserta SNMPTN 2011 yang dapat diakses di laman (website) dengan alamat http://www.snmptn.ac.id. Mudah-mudahan Informasi Awal ini bermanfaat bagi persiapan peserta untuk mengikuti SNMPTN.

Mengetahui,
Ketua Majelis Rektor
Perguruan Tinggi Negeri Indonesia
Jakarta, 12 Januari 2011
Panitia Pelaksana SNMPTN 2011
Ketua Umum,

Prof.Dr.Ir. H. Musliar Kasim, M.S

Prof.Dr.Ir. H.Herry Suhardiyanto, M.Sc.

artikel itu hanya tugas…no comment hahaha